"Saya masih bullish. Harga emas berpotensi mencapai kisaran USD4.700 hingga USD4.800 dalam beberapa pekan ke depan," katanya.
Sementara itu, Senior Commodities Broker StoneX Group Daniel Pavilonis memperkirakan emas masih berpotensi melemah sebelum kembali menarik minat beli investor.
"Secara teknikal, grafik emas saat ini terlihat rusak. Menurut saya, harganya masih bisa turun lebih rendah lagi," ujar Pavilonis.
Dia menambahkan, aliran dana saat ini lebih banyak mengarah ke pasar saham internasional dibandingkan aset logam mulia.
Hasil survei Kitco terhadap 13 analis Wall Street menunjukkan lima analis atau 38 persen memperkirakan harga emas menguat pada pekan ini.