"Faktor utama di sini adalah kembali memanasnya ketegangan antara AS dan Iran. Investor secara umum tidak ingin mempertahankan kepemilikan emas maupun perak pada saat ini, sehingga kami melihat harga bergerak turun ke kisaran USD4.100," kata Melek, dikutip Reuters.
Survei mingguan Kitco News menunjukkan pelaku pasar masih terbelah dalam memandang prospek emas jangka pendek setelah logam mulia itu gagal keluar dari fase konsolidasinya.
Head of Currency Strategy InvestingLive Adam Button memilih bersikap netral terhadap prospek emas.
"Saya bersikap netral. Sulit untuk optimistis terhadap emas selama konflik bersenjata di Iran masih berlangsung. Risiko kenaikan harga minyak masih lebih besar sehingga justru menjadi sentimen negatif bagi emas," ujarnya.
Namun, Publisher VR Metals/Resource Letter Mark Leibovit tetap optimistis harga emas masih memiliki ruang kenaikan.