"Harga energi yang lebih tinggi menyebabkan inflasi meningkat. Inflasi yang lebih tinggi dapat mendorong suku bunga naik. Itu tidak baik untuk emas. Emas saat ini berada dalam area yang cenderung bergerak terbatas dan bisa kembali tertekan jika suku bunga terus meningkat," kata Pavilonis, seperti dikutip Reuters.
Pelaku pasar kini menanti keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (16/9/2026) pukul 14.00 waktu setempat atau Kamis (17/9) pukul 01.00 WIB.
Pasar keuangan memperkirakan bank sentral AS menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00 persen.
Investor juga mencermati sinyal The Fed terkait kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.
Pavilonis menilai sebagian kekhawatiran terkait kenaikan suku bunga telah tercermin dalam harga emas. Karena itu, arah pasar emas akan sangat bergantung pada pernyataan The Fed setelah keputusan suku bunga diumumkan.