"Menurut saya, sebagian besar kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga sudah tercermin dalam harga. Yang menentukan adalah apa yang disampaikan The Fed setelahnya. Apakah mereka akan terus menaikkan suku bunga atau memantau situasi? Secara keseluruhan, kondisi ini tidak terlihat baik bagi emas," ujarnya.
Di pasar valuta asing, dolar AS menguat sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak 2007.
Emas secara tradisional dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik.
Namun, kenaikan imbal hasil aset bebas risiko seperti US Treasury mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.
"Sebagian besar risiko The Fed yang hawkish tampaknya sudah tercermin dalam harga. Namun, emas masih rentan jika para pembuat kebijakan memberi sinyal bahwa suku bunga akan bertahan lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama," tulis analis ING dalam sebuah catatan.