Lonjakan emas terjadi setelah data tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan yang jauh lebih besar dari perkiraan pasar.
Melansir dari Reuters, nonfarm payrolls (NFP) AS justru turun 23.000 pekerjaan pada Juli 2026, setelah pada Juni direvisi mencatat kenaikan 20.000 pekerjaan.
Angka tersebut berbanding terbalik dengan ekspektasi ekonom yang disurvei Reuters, yang memperkirakan nonfarm payrolls bertambah 80.000 pekerjaan.
David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, mengatakan data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan membuat The Fed semakin kecil kemungkinan menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
"Data pekerjaan yang lebih lemah dari perkiraan menghadirkan skenario di mana The Fed akan lebih kecil kemungkinannya menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya," ujar Meger.