Menurut dia, penurunan harga energi serta berkurangnya peluang kenaikan suku bunga AS dapat menekan dolar AS dan menjadi katalis positif bagi harga emas.
Pasar futures suku bunga kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September sebesar 43,9 persen, turun dari 57 persen sebelum data ketenagakerjaan dirilis.
Sementara itu, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada September meningkat menjadi 56,1 persen dari 43,2 persen.
Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga menjadi relatif lebih menarik dibandingkan aset berbasis yield ketika suku bunga turun.
Penguatan emas juga mendapat dukungan dari prospek harga yang masih bullish. UBS memperkirakan harga emas dapat mencapai USD5.000 per troy ons pada paruh pertama 2027.