"Logam mulia memimpin reli moderat di berbagai kelas aset meskipun Ketua Warsh secara keseluruhan terdengar cukup hawkish. Ini terasa seperti reli karena pasar lega setelah The Fed mempertahankan suku bunga. Namun, belum jelas berapa lama reli ini akan bertahan. Pilihan kata Warsh cukup canggih dan kompleks sehingga pasar bisa saja mengubah pandangannya setelah mencermatinya lebih dalam," ujar analis logam independen Tai Wong, dikutip Reuters.
Warsh menegaskan bahwa bank sentral AS tidak memiliki target inflasi yang lebih tinggi dari 2 persen dan tetap berkomitmen mencapai sasaran tersebut, meski memilih mempertahankan suku bunga di tengah inflasi yang masih tinggi.
Menurut Wong, kepanikan di pasar obligasi jangka panjang turut menekan pasar saham menjelang penutupan perdagangan.
Kekhawatiran terhadap inflasi juga membuat emas kembali unggul sebagai aset lindung nilai terhadap kenaikan harga.
Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sebesar 64 persen, turun dari sekitar 81 persen sebelum pernyataan kebijakan The Fed dirilis.