sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Menguat di Tengah Prospek Perdamaian Timur Tengah

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
05/06/2026 06:55 WIB
Harga emas dunia menguat pada Kamis (4/6/2026) setelah harga minyak melemah di tengah optimisme atas potensi berakhirnya konflik Iran.
Harga Emas Menguat di Tengah Prospek Perdamaian Timur Tengah. (Foto: Magnific)
Harga Emas Menguat di Tengah Prospek Perdamaian Timur Tengah. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas dunia menguat pada Kamis (4/6/2026) setelah harga minyak melemah di tengah optimisme atas potensi berakhirnya konflik Iran. Kondisi tersebut menekan dolar AS dan mendorong imbal hasil obligasi turun.

Emas spot naik 0,91 persen menjadi USD4.475,29 per troy ons.

Trader logam independen Tai Wong mengatakan, dikutip Reuters, laporan mengenai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon telah menekan dolar AS serta imbal hasil obligasi, sehingga membantu harga emas bertahan sedikit di atas rata-rata pergerakan 200 hari (MA-200) yang dianggap sebagai level teknikal penting.

Israel dan Lebanon pada Rabu malam menyatakan telah sepakat menerapkan gencatan senjata. Kesepakatan itu meningkatkan harapan tercapainya perundingan antara Washington dan Teheran.

Kabar tersebut juga memicu penurunan harga minyak lebih dari 3 persen karena pasar berharap Selat Hormuz dapat kembali dibuka.

Dolar AS melemah 0,2 persen sehingga emas yang dihargakan dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Pada saat yang sama, turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS, termasuk obligasi tenor 10 tahun, meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

“Rekor harga emas tahun ini tampaknya semakin sulit tercapai kecuali ada gencatan senjata permanen yang benar-benar bertahan dengan Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Hal itu akan memungkinkan harga energi turun dan mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi suku bunga yang lebih tinggi,” kata Wong.

Sebagai aset lindung nilai tradisional, emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di USD5.594,82 per ons pada 29 Januari.

Namun sejak konflik Iran memanas pada akhir Februari, harga emas telah turun sekitar 16 persen. Suku bunga yang tinggi cenderung menekan emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada laporan ketenagakerjaan AS untuk Mei yang akan dirilis Jumat.

Data tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan menjadi petunjuk bagi arah kebijakan moneter berikutnya dari Federal Reserve.

Di logam mulia lainnya, perak spot naik 1,7 persen menjadi USD73,95 per ons, platinum menguat 2,1 persen ke USD1.897,61 per ons, dan paladium bertambah 1,4 persen menjadi USD1.320,23 per ons. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement