Presiden Federal Reserve New York, John Williams, juga menegaskan bank sentral siap kembali menaikkan suku bunga apabila tekanan inflasi tidak mereda.
Harga minyak turut menjadi perhatian pasar. Kontrak berjangka Brent melonjak lebih dari 20 persen sepanjang bulan lalu setelah konflik antara AS dan Iran kembali memanas serta serangan terhadap sejumlah kapal tanker di sekitar Oman meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi.
Kenaikan harga energi memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk mengendalikan inflasi.
Kondisi tersebut menjadi sentimen negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, Iran pada Senin menyatakan tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan AS maupun rencana pertemuan dalam waktu dekat.