"Emas dari dulu sampai sekarang, bahkan dikatakan emas dan perak itu uangnya Tuhan," ujarnya.
Dia juga menyinggung kebijakan negara-negara besar seperti China dan Amerika Serikat (AS) yang menyimpan cadangan emas dalam jumlah besar. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk melindungi nilai mata uang yang diedarkan sekaligus memperkuat kekuatan ekonomi nasional.
"China, negara-negara Amerika kan cadangannya berton-ton itu. Ya, kenaikan itu karena mereka yang membeli dalam jumlah besar, supaya dia dapat melindungi uangnya itu yang diedarkan. Dan juga punya kekuatan ekonomi di dunia," kata Suki.
Sebagai informasi, harga emas terus mencetak rekor baru. Per hari ini, harga emas dunia telah menembus level tertingginya di USD5.598 per troy ons dan harga emas dalam negeri yang dijual di Pegadaian dibanderol Rp3 jutaan per gram.