sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Rebound di Tengah Pelemahan Dolar dan Minyak

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
01/05/2026 07:55 WIB
Harga emas dunia naik pada Kamis (30/4/2026) didorong pelemahan dolar Amerika Serikat dan meredanya harga minyak.
Harga Emas Rebound di Tengah Pelemahan Dolar dan Minyak. (Foto: Freepik)
Harga Emas Rebound di Tengah Pelemahan Dolar dan Minyak. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia naik pada Kamis (30/4/2026) didorong pelemahan dolar Amerika Serikat dan meredanya harga minyak.

Namun, logam mulia tersebut masih berada di jalur penurunan bulanan kedua berturut-turut seiring kekhawatiran inflasi di tengah perang Iran yang membayangi prospek penurunan suku bunga.

Emas spot naik 1,7 persen ke USD4.618,67 per troy ons, setelah sempat menyentuh level terendah satu bulan pada Rabu.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan, dikutip Reuters, perlambatan kenaikan harga energi serta pelemahan dolar memberi dorongan bagi pasar emas pada Kamis, dengan perhatian besar tertuju pada ekspektasi suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Dolar melemah setelah Jepang melakukan intervensi untuk menopang yen, yang menjadi intervensi resmi pertama dalam hampir dua tahun.

Pelemahan dolar membuat logam yang dihargakan dalam greenback menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.

Harga minyak global melemah setelah sempat menyentuh level tertinggi empat tahun pada sesi sebelumnya. Lonjakan harga energi sebelumnya memicu kekhawatiran inflasi dan mengaburkan arah kebijakan penurunan suku bunga bank sentral.

Secara bulanan, emas spot telah turun lebih dari 1 persen sepanjang bulan ini. Meski dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena aset berbunga menjadi relatif lebih menarik.

The Fed pada Rabu mempertahankan suku bunga, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap inflasi.

Sementara itu, Bank of England (BOE) juga menahan suku bunga dan memaparkan sejumlah skenario dampak ekonomi dari perang Iran, salah satunya berpotensi memerlukan kenaikan biaya pinjaman secara "agresif".

Data menunjukkan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS naik 0,7 persen bulan lalu, kenaikan terbesar sejak Juni 2022, dan sejalan dengan perkiraan ekonom.

Analis Citi menyebut tekanan jual terhadap emas masih kuat dalam jangka sangat pendek akibat ketidakpastian di Timur Tengah, namun logam ini diperkirakan kembali menarik sebagai aset safe haven.

Citi mempertahankan target harga emas di USD4.300 untuk tiga bulan ke depan dan USD5.000 untuk periode 6 hingga 12 bulan.

Sementara itu, porsi emas dalam cadangan devisa India meningkat menjadi 16,7 persen pada akhir Maret.

Di pasar logam lainnya, perak spot naik hampir 3 persen ke USD73,59. Platinum menguat 5,3 persen ke USD1.980,13, dan paladium naik 4,9 persen ke USD1.529,45. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement