“Segala bentuk penyelesaian perang atau pembukaan kembali Selat Hormuz akan menjadi sentimen positif bagi pasar emas karena ekspektasinya suku bunga akan turun, sehingga hal itu akan mendukung pasar emas,” ujar Meger.
Harga minyak mentah Brent melemah setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengatakan perang dengan Iran akan berakhir “sangat cepat”.
Meski demikian, investor tetap berhati-hati terhadap hasil pembicaraan damai karena gangguan pasokan di Timur Tengah masih berlanjut.
Risalah rapat Federal Reserve (The Fed) pada April menunjukkan para pejabat bank sentral memperingatkan perang Iran dapat memicu inflasi dan memperkuat dukungan terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga.
Mayoritas pembuat kebijakan menilai pengetatan moneter mungkin diperlukan jika inflasi tetap berada di atas target 2 persen.