Kenaikan harga minyak akibat gangguan pasokan di kawasan Teluk selama ini menjadi faktor yang menekan prospek emas karena meningkatkan ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Kondisi tersebut umumnya mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya hingga sisa 2026.
Di sisi lain, pasar masih memperkirakan ada dua kali kenaikan suku bunga hingga akhir Maret tahun depan.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai sekitar 76 persen.
Investor kini menantikan hasil rapat penetapan suku bunga Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter The Fed.