Menurut dia, jika Warsh mengambil sikap seimbang atau berhati-hati dan tetap membuka ruang untuk fleksibilitas kebijakan, kondisi tersebut berpotensi menjaga peluang harga emas untuk melanjutkan penguatannya.
Dari sisi geopolitik, Amerika Serikat (AS) juga meningkatkan tekanan terhadap Iran. AS mengancam akan melancarkan apa yang disebut sebagai "serangan finansial terbesar yang pernah dilakukan" melalui sanksi ekonomi yang menyasar mitra dagang Iran.
Perkembangan tersebut turut menjadi perhatian pasar komoditas.
Namun, harga minyak justru terkoreksi lebih dari USD1 per barel karena investor melakukan aksi ambil untung menjelang pengumuman sanksi tersebut. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.