Namun, Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran masih berlangsung dengan cepat.
Harga minyak menguat dan menambah kekhawatiran inflasi terkait konflik Iran. Kondisi ini berpotensi mendorong bank sentral menaikkan suku bunga untuk menahan tekanan kenaikan harga.
Menurut alat FedWatch CME Group, pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 54 persen untuk setidaknya satu kali kenaikan suku bunga AS hingga akhir tahun.
Meski emas kerap dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, daya tariknya cenderung berkurang ketika suku bunga tinggi karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar kini menantikan serangkaian data ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan rilis pekan ini, serta komentar dari para pejabat Federal Reserve (The Fed).