sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Emas Turun 3 Pekan Beruntun, Hawkish The Fed Jadi Tekanan Utama

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
20/06/2026 11:15 WIB
Harga emas turun pada Jumat (19/6/2026) dan mencatatkan penurunan mingguan ketiga secara beruntun.
Harga Emas Turun 3 Pekan Beruntun, Hawkish The Fed Jadi Tekanan Utama. (Foto: Magnific)
Harga Emas Turun 3 Pekan Beruntun, Hawkish The Fed Jadi Tekanan Utama. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas turun pada Jumat (19/6/2026) dan mencatatkan penurunan mingguan ketiga secara beruntun.

Tekanan terhadap logam mulia tersebut berasal dari penguatan dolar AS serta sikap bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), yang masih cenderung hawkish.

Harga emas spot turun 1,27 persen menjadi USD4.155,40 per ons, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 11 Juni di USD4.119,78 per ons.

Harga emas juga masih diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (MA-200) sejak 5 Juni.

Indeks dolar AS membukukan kenaikan mingguan, sehingga membuat logam mulia yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Emas menghadapi risiko penurunan lebih dalam ke wilayah pasar bearish dan menembus level USD4.000 per ons, karena logam mulia ini masih menghadapi lingkungan pasar yang penuh tantangan,” kata Analis Pasar Senior Tradu.com, perusahaan yang dimiliki Jefferies Financial Group, Nikos Tzabouras, dikutip Reuters.

“Ekspektasi suku bunga The Fed yang bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama menjadi faktor negatif bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil, sementara kondisi tersebut justru menguntungkan dolar,” imbuh dia.

Berdasarkan proyeksi terbaru yang dirilis Rabu, sembilan dari 19 pejabat The Fed kini memperkirakan suku bunga acuan perlu dinaikkan pada tahun ini.

Keputusan tersebut disampaikan bersamaan dengan keputusan dewan gubernur The Fed untuk mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September mencapai 70 persen, berdasarkan CME FedWatch Tool.

“Pergerakan harga emas akan bergantung pada perkembangan negosiasi AS-Iran, rilis data inflasi AS pekan depan, serta bagaimana pasar memperkirakan arah kebijakan The Fed ke depan,” ujar Tzabouras.

Ketidakpastian mengenai kemungkinan tercapainya gencatan senjata jangka panjang juga masih membayangi pasar.

Swiss menyatakan pembicaraan antara AS dan negosiator Iran mengenai kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah tidak akan berlangsung pada Jumat, setelah Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan rencana perjalanannya ke negara Eropa tersebut.

Sementara itu, Israel dan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata yang mulai berlaku pada pukul 20.00 WIB pada Jumat, menurut seorang pejabat senior AS kepada Reuters.

Goldman Sachs memangkas proyeksi harga emas menjadi USD4.900 per ons pada Desember, dari perkiraan sebelumnya sebesar USD5.400 per ons. Bank investasi tersebut menyatakan pandangannya terhadap emas masih positif secara struktural, tetapi lebih berhati-hati dalam jangka pendek, dengan risiko penurunan dalam waktu dekat dan potensi kenaikan dalam jangka menengah.

Selain emas, harga perak spot turun 1,1 persen menjadi USD65,11 per ons. Harga platinum melemah 1,7 persen menjadi USD1.667,14 per ons, sementara paladium turun 1,9 persen menjadi USD1.254,69 per ons. Ketiga logam tersebut juga berada mencatatkan penurunan secara mingguan. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement