IDXChannel - Harga emas di pasar spot dibuka turun 0,23 persen di level USD2.314 per troy ons pada perdagangan Rabu (26/6/2024), pukul 09.14 WIB.
Di sesi Selasa (25/6), harga emas juga ditutup terkoreksi 0,55 persen di level USD2.320 per troy ons.
Di pekan sebelumnya, harga emas di pasar spot ditutup turun 1,65 persen di level USD2.322 per troy ons pada perdagangan Jumat (21/6). (Lihat grafik di bawah ini.)

Melansir Investing (22/6), harga emas anjlok setelah rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) S&P Global Amerika Serikat (AS) menunjukkan aktivitas ekonomi tetap kuat di kedua sektor pada Juni.
Data PMI AS yang menunjukkan PMI Manufaktur S&P Global meningkat menjadi 51,7 pada Juni dari 51,3 pada Mei, sementara PMI Jasa naik menjadi 55,1 dari 54,8 sebelumnya.
Kedua hasil tersebut lebih tinggi dari ekspektasi analis dan menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS tetap kuat.
Kini, harga emas kembali turun dan melanjutkan penurunannya dari sesi sebelumnya, karena investor mencerna pernyataan yang lebih hawkish dari pejabat The Federal Reserve (The Fed) mengenai prospek penurunan suku bunga.
Gubernur Fed Lisa Cook menyatakan pada Selasa (25/6) bahwa penurunan suku bunga akan tepat pada suatu saat, namun waktunya tidak pasti.
Di lain pihak, Gubernur The Fed Bowman menyebutkan bahwa dia tidak mengantisipasi adanya penurunan suku bunga tahun ini.
Hal ini terjadi seiring dengan kuatnya data aktivitas bisnis AS pada minggu lalu, yang mencapai level tertinggi dalam 26 bulan pada Juni, semakin menambah tekanan hawkish.
Sementara itu, investor menantikan data indeks PCE inti pada Jumat esok yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed, terutama setelah penurunan data CPI dan PPI baru-baru ini, serta estimasi ketiga untuk pertumbuhan PDB Q1 AS.
Harga emas sempat terangkat oleh sentimen data ekonomi AS yang lemah yang memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS mungkin akan menurunkan suku bunga tahun ini, dan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Sebelumnya, The Fed memutuskan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan alias Fed Fund Rate di level 5,25-5,5 persen pada Rabu (12/6), waktu setempat.
Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan, bank sentral belum memiliki kepercayaan diri untuk menurunkan suku bunga The Fed, bahkan ketika inflasi telah menurun dari tingkat puncaknya.
The Fed juga memberi isyarat pemangkasan suku bunga hanya sekali pada tahun ini, mematahkan perkiraan pada Maret lalu dengan perkiraan pemangkasan suku bunga tiga kali.
Sementara pada 2025, The Fed juga mengindikasikan pemangkasan jauh lebih agresif yakni sebanyak empat kali, dengan pemotongan dengan besaran 100 bps sehingga suku bunga berada di level 4,1 persen pada tahun tersebut. (ADF)