IDXChannel - Kenaikan harga jual rata-rata timah sebesar 52 persen menjadi USD49.794 per metrik ton turut mendongkrak pendapatan PT Timah Tbk (TINS) yang tumbuh 146,9 persen menjadi Rp10,42 triliun.
Tak hanya itu, penertiban tambang ilegal dan penutupan jalur penyelundupan timah di Bangka Belitung juga memberikan dampak positif terhadap kinerja
Pada semester I-2026, TINS membukukan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,71 triliun. Angka tersebut melonjak lebih dari 9x lipat dibandingkan Rp300,07 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara laba usaha meningkat dari Rp380,20 miliar menjadi Rp3,46 triliun. Margin laba usaha juga melebar dari 9,01 persen menjadi 33,24 persen.
Kinerja tersebut ditopang kenaikan produksi bijih timah sebesar 75 persen menjadi 12.232 ton Sn. Produksi logam timah tumbuh 58 persen menjadi 10.865 metrik ton, sedangkan volume penjualan melonjak 85 persen menjadi 10.984 metrik ton.