Kontrak aluminium tiga bulan naik 0,5 persen menjadi USD3.493,50 per ton.
Secara keseluruhan, pasar komoditas dan keuangan global bergerak positif setelah kabar gencatan senjata dua pekan di Timur Tengah memicu reli sentimen risiko.
Harga minyak anjlok tajam, pasar saham melonjak, dan dolar AS melemah karena pelaku pasar berharap aliran minyak dan gas melalui Selat Hormuz dapat segera pulih.
Gencatan senjata tersebut mengakhiri periode volatilitas pasar yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, yang sempat membuat Teheran menutup jalur strategis Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.
Reaksi pasar berlangsung cepat. Harga minyak mentah AS turun sekitar 16 persen ke USD94,59 per barel, sementara Brent merosot 15 persen ke USD92,35 per barel.
Di sisi lain, futures S&P 500 melonjak lebih dari 2 persen dan indeks saham Asia ikut reli, mengindikasikan kembalinya minat risiko (risk-on) investor. (Aldo Fernando)