Meski ada tanda-tanda kemajuan, sebagian pelaku pasar dan analis tetap berhati-hati terhadap hasil negosiasi dan ketatnya pasokan global yang kemungkinan masih berlanjut bahkan jika AS dan Iran mencapai kesepakatan.
“Anda harus menyikapi semua pernyataan ini dengan hati-hati akhir-akhir ini, tetapi pasar juga cepat merespons dan mulai memperhitungkan harapan penyelesaian konflik,” kata Partner Again Capital John Kilduff.
Analis Citi pada Selasa memperkirakan harga Brent dapat naik ke USD120 per barel dalam jangka pendek. Menurut mereka, pasar minyak masih meremehkan risiko gangguan pasokan berkepanjangan.
Sementara itu, Wood Mackenzie memperkirakan harga minyak dapat mendekati USD200 per barel jika Selat Hormuz sebagian besar tetap tertutup hingga akhir tahun.
Analis PVM juga menilai stok minyak global bisa turun ke level yang sangat rendah. “Namun seperti yang terlihat belakangan ini, pelaku pasar relatif tenang atau terlalu percaya diri terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan konflik ini,” tulis PVM.