IDXChannel - Ketidakpastian perang antara Amerika Serikat dan Iran masih membayangi pasar obligasi dan energi global, meski Presiden AS Donald Trump telah menyatakan keinginannya untuk mengakhiri konflik tersebut.
Firma riset investasi Alpine Macro menilai, ketidakjelasan mengenai waktu tercapainya perdamaian masih menjadi sumber utama volatilitas pasar, terutama di tengah ketidakpastian kebijakan fiskal dan moneter Amerika Serikat pascaperang.
Chief Geopolitical Strategist Alpine Macro, Dan Alamariu, memperkirakan peluang tercapainya kesepakatan damai dalam satu hingga dua pekan ke depan sebesar 50 persen.
Namun, peluang yang sama juga terbuka bagi kembalinya serangan militer apabila Amerika Serikat memilih meningkatkan tekanan terhadap Iran sebagai strategi untuk memaksa de-eskalasi konflik.
“Blokade yang terjadi saat ini pada akhirnya tidak akan berkelanjutan, dan kemungkinan besar akan ada kesepakatan yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dalam satu hingga dua bulan mendatang,” tulis Alpine Macro dilansir dari Investing, Minggu (17/5/2026).