sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Diproyeksi Turun, Pasar Obligasi Masih Dibayangi Konflik Iran 

Market news editor Desi Angriani
17/05/2026 22:06 WIB
Ketidakjelasan mengenai waktu tercapainya perdamaian masih menjadi sumber utama volatilitas pasar.
Harga Minyak Diproyeksi Turun, Pasar Obligasi Masih Dibayangi Konflik Iran (Foto: dok AP)
Harga Minyak Diproyeksi Turun, Pasar Obligasi Masih Dibayangi Konflik Iran (Foto: dok AP)

Firma tersebut merekomendasikan investor mempertahankan posisi pada obligasi jangka panjang (long duration bonds), sambil memanfaatkan potensi rotasi sektor energi hingga akhir tahun.

Menurut Alpine Macro, saham produsen energi dan saham sektor yang rentan terhadap harga energi diperkirakan akan bertukar posisi seiring perubahan arah harga minyak dalam beberapa bulan ke depan.

Meski perang sempat memicu kekhawatiran pasar, Alpine Macro menilai pasar saham global relatif tetap tangguh terhadap gejolak geopolitik. Sebaliknya, pasar obligasi dinilai menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap konflik AS-Iran karena investor khawatir lonjakan harga energi akan memperburuk tekanan inflasi.

Namun, firma tersebut justru menyarankan investor mengabaikan ketakutan inflasi jangka pendek dan memperkirakan harga obligasi maupun saham akan lebih tinggi dalam tiga hingga enam bulan mendatang.

Alpine Macro juga memperkirakan harga minyak dunia akan turun signifikan dalam tiga hingga enam bulan ke depan seiring meredanya ketegangan geopolitik.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement