Sebelumnya, presiden AS berulang kali mengancam akan melakukan intervensi terhadap Iran jika negara itu tidak menyepakati kesepakatan nuklir atau terus membunuh para pengunjuk rasa.
“Ancaman-ancaman tersebut menopang harga minyak sepanjang Januari,” kata analis Phillip Nova, Priyanka Sachdeva.
Di sisi lain, dolar AS turut menguat setelah pelaku pasar mata uang menyambut pencalonan Kevin Warsh oleh Trump sebagai Ketua The Fed berikutnya.
Dolar yang lebih kuat membuat harga minyak berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
“Prakiraan cuaca yang lebih hangat di AS juga menekan harga minyak, seiring harga berjangka diesel yang berbalik turun tajam,” demikian tulis analis Ritterbusch and Associates.