Menurut Petrucci, perkembangan situasi di Iran terus menjadi perhatian utama pasar. Ketidakpastian politik di negara produsen minyak tersebut memang berpotensi memengaruhi pasokan energi global.
Namun, ia menegaskan bahwa pasokan minyak dunia secara keseluruhan masih tergolong melimpah dan tidak akan hilang secara tiba-tiba, mengingat banyak produsen global tetap memompa minyak dalam jumlah besar.
Memasuki pekan ini, aktivitas perdagangan diperkirakan kembali normal seiring berakhirnya libur Natal dan Tahun Baru. Normalisasi volume transaksi memberikan likuiditas yang lebih baik bagi pelaku pasar untuk menilai arah pergerakan harga secara teknikal.
Sejak pertengahan Desember, area USD56 kerap menjadi magnet pergerakan harga dan bahkan sempat ditembus beberapa kali, termasuk pada awal Januari lalu.
Petrucci menilai, berbagai spekulasi terkait Iran dan Venezuela akan terus mewarnai pasar minyak dalam waktu dekat. Meski demikian, kondisi tersebut belum cukup kuat untuk mendorong lonjakan harga secara tajam.