Dalam beberapa bulan terakhir, WTI masih bergerak dalam kecenderungan menurun, sehingga reli jangka pendek tetap perlu disikapi dengan hati-hati.
Ia menambahkan, peluang penguatan menuju USD60 per barel memang terbuka, terutama bagi trader jangka pendek.
Namun, tekanan ke bawah juga masih nyata, mengingat harga sempat kembali mendekati bahkan menembus level USD56 dalam waktu dekat. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa optimisme berlebihan tetap menyimpan risiko.
Untuk pekan ini, Petrucci memperkirakan rentang pergerakan WTI berada di kisaran USD56,15 hingga USD59,75 per barel.
Ia memperingatkan bahwa volatilitas berpotensi meningkat, dengan pergerakan harga yang cenderung tidak menentu, seiring pelaku pasar menyeimbangkan faktor teknikal, fundamental, serta berbagai ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi pasar energi global. (Aldo Fernando)