Menurut dia, perkembangan terbaru membuat premi risiko perang yang sebelumnya mulai mereda kembali masuk ke dalam perhitungan pasar.
"Kesepakatan yang seharusnya menghapus premi perang justru runtuh secara langsung, dan kedua pihak memberikan alasan kepada pasar untuk menilai ulang risiko pasokan dari awal," katanya.
Untuk minyak WTI, Hyerczyk melihat kontrak berjangka Agustus berada dalam area nilai jangka panjang setelah mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.
Level USD77,75 menjadi titik kunci yang perlu diperhatikan karena dapat menjadi pemicu kenaikan menuju USD83,13.
Meskipun tren utama masih berada dalam tekanan turun berdasarkan pergerakan rata-rata 50 hari (MA-50), pasar berpotensi mengalami reli berlawanan arah tren.