Jika harga mampu menembus USD83,13, target berikutnya berada di kisaran USD86,47 hingga USD87,63, area yang berdekatan dengan MA-50 dan menjadi hambatan teknikal yang lebih kuat.
Sementara itu, minyak Brent menunjukkan pola serupa. Kontrak berjangka Agustus Brent masih bertahan di atas rata-rata pergerakan 200 hari (MA-200) pada USD74,89 dan berada dalam zona retracement jangka panjang antara USD83,55 hingga USD77,70.
Level USD83,55 menjadi kunci bagi Brent. Jika mampu dilewati, harga berpotensi bergerak menuju USD87,77 dan kemudian USD92,44.
Namun, jika level tersebut gagal ditembus dan tensi geopolitik mereda, harga minyak kemungkinan kembali bergerak dalam rentang terbatas dengan rata-rata 200 hari sebagai penopang.
Pasar kini menunggu perkembangan pembukaan perdagangan awal pekan untuk melihat apakah pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz benar-benar berlangsung.