Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan serangan baru terhadap Iran apabila negara tersebut tidak menghentikan dukungannya terhadap kelompok proksi di Lebanon.
Trump juga mengancam akan menerapkan tarif jika kesepakatan tidak tercapai serta memperingatkan Teheran agar tidak menutup Selat Hormuz.
Analis FXEmpire James Hyerczyk mengatakan kontrak berjangka minyak mentah berpotensi mengalami reli setelah langkah Iran terkait Selat Hormuz kembali membangkitkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan.
Pelaku pasar kini mencermati level teknikal penting pada minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) dan Brent seiring meningkatnya kembali risiko geopolitik.
"Jika lalu lintas kapal tetap terbatas dan pembicaraan di Swiss tidak menghasilkan apa pun, minyak mentah akan bergerak lebih tinggi dan posisi short harus melakukan aksi beli untuk menutup posisi," ujar Hyerczyk.