Penurunan tersebut menjadi yang terdalam bagi Brent sejak Agustus 2022.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkoreksi 1,3 persen menjadi USD96,57 per barel, dengan penurunan mingguan 13,4 persen, terbesar sejak April 2020 saat lockdown pandemi.
“Isu utama bagi pasar minyak adalah apakah lalu lintas kapal di Selat Hormuz akan kembali normal. Sejauh ini belum ada tanda-tanda ke arah sana. Jika pasokan minyak dari Teluk Persia tetap terblokade, harga minyak kemungkinan kembali naik,” tulis analis Commerzbank dalam catatan pada Jumat, dikutip Reuters.
Lalu lintas di Selat Hormuz masih di bawah 10 persen dari volume normal setelah Teheran memperingatkan kapal agar tetap berada di perairan teritorialnya.
Data pelacakan kapal menunjukkan sebagian besar kapal yang melintas dalam sehari terakhir terkait dengan Iran.
Iran juga berencana mengenakan biaya bagi kapal yang melintasi selat tersebut dalam skema perjanjian damai, menurut pejabat Teheran kepada Reuters pada 7 April.