Penguatan tersebut terjadi setelah AS dan Iran kembali terlibat dalam pertukaran serangan militer, sementara jalur pasokan minyak di Timur Tengah masih mengalami gangguan akibat konflik yang telah memasuki bulan ketujuh.
Analis FX Empire Christopher Lewis melihat harga minyak masih memiliki peluang untuk mempertahankan kenaikannya.
Menurut dia, WTI telah bergerak hingga sekitar USD93 per barel dan belum menunjukkan alasan kuat untuk mengambil posisi bearish secara agresif.
Lewis memperkirakan WTI bergerak dengan area USD90-USD95 per barel dalam waktu dekat, dengan USD95 menjadi level penting yang perlu ditembus untuk membuka ruang kenaikan berikutnya.
Sementara itu, kisaran sekitar USD70 per barel menjadi batas bawah dalam rentang perdagangan sejak konflik berlangsung.