Serangkaian aksi tersebut, ditambah persoalan kapasitas kilang di berbagai negara, telah mendorong kenaikan harga sejumlah produk bahan bakar utama, termasuk solar di pasar-pasar besar.
Di AS, harga eceran solar saat ini mencapai USD6,45 per galon berdasarkan data AAA, menjadi rekor tertinggi. Harga rata-rata bensin juga mencapai USD4,47 per galon, padahal harga bensin biasanya mulai menurun pada periode ini.
Penyedia data kilang IIR Energy mengatakan kapasitas pengolahan minyak AS yang beroperasi diperkirakan turun 371.000 barel per hari (bph) pada pekan depan.
"Saat ini masalahnya bukan pasokan minyak, melainkan masalah di sisi kilang," kata analis senior Price Futures Group, Phil Flynn, seperti dikutip Reuters.
Meski terdapat laporan mengenai intervensi China, prospek pasar minyak dalam beberapa bulan ke depan masih belum jelas.