“Ekonomi terbesar kedua di dunia ini bertanggung jawab atas 70 persen pertumbuhan permintaan tahun lalu. Namun, pangsa ini turun drastis menjadi 20 persen di 2024,” kata PVM Oil Associates, dikutip MT Newswires, Jumat (18/10/2024).
Penurunan ini terjadi meskipun Badan Informasi Energi (EIA) AS pada Kamis melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun sebesar 2,2 juta barel minggu lalu.
Angka penurunan tersebut lebih tinggi dari perkiraan konsensus yang memperkirakan kenaikan 1,8 juta barel menurut jajak pendapat Reuters.
"Ini menunjukkan bahwa efisiensi operasional terus meningkat," kata kepala ekonom di Matador Economics Tim Snyder.
"Pasar sedang mengalami normalisasi," ujarnya.
Produksi minyak di North Dakota, negara bagian penghasil minyak terbesar ketiga di AS, turun sekitar 500.000 barel sepanjang Oktober, setelah kebakaran hutan melintasi wilayah penghasil minyak utama bulan ini.