IDXChannel - Harga minyak mentah dunia melanjutkan penguatan pada perdagangan Eropa, Selasa (1/9/2026), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran.
Eskalasi tersebut kembali memicu kekhawatiran gangguan aliran energi melalui Selat Hormuz.
Melansir Investing, kontrak berjangka Brent untuk pengiriman November naik 1,8 persen menjadi USD92,11 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,2 persen ke level USD87,67 per barel.
Kedua kontrak minyak tersebut sebelumnya ditutup hampir 3 persen lebih tinggi pada perdagangan kemarin. Penguatan berlanjut setelah kembali pecahnya konflik AS-Iran menempatkan keamanan Selat Hormuz sebagai perhatian utama pasar minyak global.
Eskalasi terbaru terjadi setelah pasukan AS menyerang target militer Iran di Pulau Larak, yang mengakhiri jeda selama beberapa pekan dalam serangan langsung kedua negara.