Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke fasilitas militer AS di Yordania. Serangan tersebut mendorong Trump menjanjikan respons keras dan meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali mengancam lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz.
Investor mencermati apakah eskalasi konflik akan membuat operator kapal tanker menghindari jalur tersebut dan kembali menghambat pemulihan arus pengiriman minyak yang dalam beberapa pekan terakhir mulai meningkat.
Risiko terhadap pelayaran komersial juga kembali terlihat setelah sebuah kapal tanker dilaporkan terkena tiga proyektil tak dikenal saat keluar dari Selat Hormuz pada Senin. Informasi tersebut disampaikan melalui peringatan dari United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO).
Perkembangan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa meningkatnya risiko keamanan dapat membuat perusahaan pelayaran dan operator tanker lebih berhati-hati melintasi salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia.
Di sisi lain, kekhawatiran pasokan mulai mengimbangi rencana peningkatan produksi oleh OPEC+. Kelompok produsen minyak tersebut sebelumnya menyetujui tambahan kuota produksi sekitar 188.000 barel per hari mulai September 2026, sekaligus menyelesaikan rencana pengurangan kembali pemangkasan produksi sukarela sebelumnya.