"Dengan kemungkinan perang darat yang tampaknya meningkat dari hari ke hari, serta lalu lintas kapal tanker yang dibatasi di dua jalur pelayaran paling sibuk di dunia, harga minyak mentah kini bergerak mendekati rekor tertinggi empat tahun di USD126,41 per barel. Pada saat yang sama, persediaan global terus menyusut dengan cepat hingga pada akhirnya bisa mencapai titik yang sangat kritis," kata Direktur Energy Futures Mizuho, Bob Yawger, dikutip Reuters.
Kelompok Houthi di Yaman membuka front baru dalam perang Iran dengan menargetkan kapal-kapal yang mengangkut minyak Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb, setelah sebelumnya menyatakan akan memberlakukan blokade laut terhadap pengiriman minyak dari Arab Saudi.
Houthi menyatakan telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi dalam sebuah operasi militer.
Belakangan, kantor berita resmi Arab Saudi, SPA, mengonfirmasi bahwa salah satu dari dua kapal tersebut terbakar setelah diserang saat berlayar di Laut Merah. Namun, SPA tidak menyebut pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
"Eskalasi ini memperburuk hampir terhentinya lalu lintas di Selat Hormuz dan penurunan tajam ekspor minyak Iran, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan minyak global dalam jangka pendek," tulis Gelber and Associates dalam sebuah catatan riset.