Sebelumnya pada Senin, harga Brent sempat melonjak ke USD119,50 per barel, level tertinggi sejak pertengahan 2022.
Namun harga kemudian turun setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan perang Iran kemungkinan segera berakhir.
Untuk menahan lonjakan harga, pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan untuk sementara waktu menangguhkan aturan pengiriman laut berusia lebih dari satu abad, Jones Act, agar pengiriman energi dan produk pertanian antar pelabuhan di AS dapat berjalan lebih leluasa. Hal itu disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
Gangguan Pasokan
Perang tersebut memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah pasar global, menurut International Energy Agency (IEA).
Pernyataan itu disampaikan sehari setelah lembaga tersebut menyetujui pelepasan rekor 400 juta barel minyak dari cadangan strategis.