Tekanan geopolitik semakin kuat setelah Presiden AS, Donald Trump, memberikan ultimatum kepada Iran dengan tenggat waktu 10 hari yang akan berakhir pada awal pekan ini.
Ia menegaskan kemungkinan serangan terhadap infrastruktur vital Iran, sementara laporan Reuters menyebut Israel siap melakukan operasi militer setelah mendapat persetujuan Washington.
Iran sendiri dikabarkan mengancam akan menyerang infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah, termasuk di Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, dan Israel, serta berpotensi menargetkan jalur energi utama.
Penutupan Selat Hormuz dan potensi gangguan pengiriman minyak di Laut Merah, yang menyumbang sekitar 12 persen pasokan global, semakin memperkuat risiko lonjakan harga minyak. (Aldo Fernando)