Lalu lintas di Selat Hormuz juga mulai bergerak. Sebuah kapal tanker produk minyak yang dioperasikan grup pelayaran China, COSCO, sedang melintasi jalur tersebut pada Rabu, setelah dua kapal tanker minyak mentah berhasil melintas sehari sebelumnya.
Meski demikian, data pelayaran menunjukkan arus pengiriman minyak secara keseluruhan masih terbatas.
“Peningkatan aktivitas pelayaran memperkuat ekspektasi bahwa jalur perairan strategis itu dapat dibuka kembali secara bertahap, sehingga memulihkan aliran energi global yang sempat terganggu dan mengurangi premi risiko pasokan jangka pendek,” kata Direktur di Liquidity Energy, Mark Schaefer.
Kontrak Brent untuk pengiriman Juli sebelumnya naik 3,6 persen pada sesi sebelumnya setelah AS melancarkan serangan baru ke Iran, yang meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran. Israel juga meningkatkan serangan udara di Lebanon pada Selasa, sehingga memperumit upaya perdamaian.
Setelah gencatan senjata pada April dalam konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan, kedua pihak mengindikasikan adanya kemajuan dalam pembicaraan untuk membuka kembali Selat Hormuz.