Sementara itu, minyak mentah Brent, yang menjadi acuan global, juga melemah 5 persen ke level USD83,87 per barel.
Harga minyak telah bergerak sangat fluktuatif sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari.
Sepanjang musim semi, harga minyak beberapa kali menembus level USD100 per barel di tengah kekhawatiran terganggunya pasokan global.
Lonjakan harga minyak tersebut kemudian mendorong kenaikan harga bahan bakar, termasuk bensin dan avtur, serta meningkatkan biaya distribusi barang yang menggunakan solar.
Dampaknya, masyarakat harus membayar lebih mahal untuk bahan bakar kendaraan maupun tiket pesawat.