Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan lalu lintas kapal di kawasan Teluk dan ekspor minyak melalui Selat Hormuz mulai meningkat meskipun Washington dan Teheran masih berjuang mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan.
Dari China, impor minyak mentah pada Mei anjlok 29 persen ke level terendah dalam delapan tahun. Penurunan tajam di negara pengimpor minyak terbesar dunia tersebut turut membatasi kenaikan harga minyak global.
Sementara itu, Administrasi Informasi Energi AS (EIA) memperkirakan perang Iran memangkas produksi minyak dunia menjadi rata-rata 99,0 juta barel per hari pada 2026, turun dari rekor 106,1 juta barel per hari pada 2025.
EIA juga memperkirakan permintaan minyak global turun menjadi 102,9 juta barel per hari pada 2026 dari rekor 104,0 juta barel per hari pada 2025.
Menurut lembaga tersebut, negara-negara akan mengandalkan pasokan dari cadangan minyak untuk memenuhi kebutuhan, sehingga persediaan minyak negara-negara anggota Organization of Economic Co-operation and Development (OECD) turun ke level terendah setidaknya sejak 2003, saat data EIA mulai tersedia. (Aldo Fernando)