Para pelaku pasar sebelumnya sudah memperkirakan surplus pasokan minyak di 2025 akibat peningkatan produksi dari belahan Barat. Namun, langkah OPEC+ ini diperkirakan mempercepat kelebihan pasokan, sementara permintaan tertekan oleh perlambatan ekonomi dan perang dagang AS.
"OPEC+ sepakat memperpanjang kenaikan produksi 400 ribu barel per hari di bulan Mei ke bulan Juni. Hal ini memicu kekhawatiran kelebihan pasokan global, apalagi di tengah tantangan perang dagang yang bisa menekan permintaan. Menurut Saudi, kenaikan produksi dengan besaran serupa mungkin terus berlanjut," demikian tulis Saxo Bank. (Aldo Fernando)