IDXChannel - Harga minyak dunia diperkirakan masih berada di bawah tekanan sepanjang 2026, seiring lonjakan pasokan global yang melampaui pertumbuhan permintaan.
Meski demikian, risiko geopolitik dinilai akan menahan penurunan harga agar tidak jatuh lebih dalam, demikian hasil jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom dan analis.
Survei terhadap 35 responden tersebut memperkirakan harga minyak Brent rata-rata berada di level USD62,23 per barel pada 2026, lebih rendah dibandingkan proyeksi Oktober sebesar USD63,15.
Sebagai perbandingan, Brent sejauh ini rata-rata diperdagangkan di kisaran USD68,80 per barel sepanjang 2025, menurut data LSEG.
Sementara itu, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) atau WTI diproyeksikan rata-rata USD59,00 per barel pada 2026, turun dari perkiraan bulan lalu sebesar USD60,23.