Federal Reserve (The Fed) juga menyampaikan nada yang lebih tenang terkait kondisi pasar tenaga kerja dan risiko inflasi, yang ditafsirkan investor sebagai sinyal suku bunga berpotensi bertahan lebih lama.
Suku bunga yang lebih rendah dapat menekan biaya pinjaman, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan permintaan minyak.
Analis mencatat premi harga Brent terhadap WTI naik ke USD5,30 per barel, tertinggi sejak April 2024.
Ketika selisih ini melampaui USD4 per barel, biasanya secara ekonomi masuk akal bagi perusahaan energi untuk meningkatkan pengapalan minyak mentah AS, yang berujung pada kenaikan ekspor AS. (Aldo Fernando)