Menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA), Iran merupakan produsen minyak mentah terbesar ketiga di OPEC pada 2025, di bawah Arab Saudi dan Irak.
Uni Eropa pada Kamis juga mengadopsi sanksi baru terhadap Iran yang menargetkan individu dan entitas yang terlibat dalam penindakan keras terhadap pengunjuk rasa, serta secara terpisah menetapkan Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris.
“Potensi Iran menjadi sasaran serangan telah meningkatkan premi geopolitik dalam harga minyak,” tulis analis Citi dalam catatan mereka.
Dari kawasan lain, Kremlin menyatakan Rusia kembali menegaskan undangan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk datang ke Moskow guna membahas perundingan damai, seiring upaya yang dipimpin AS untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.
Kesepakatan damai yang memungkinkan Rusia mengekspor lebih banyak minyak berpotensi menambah pasokan global dan menekan harga energi. Rusia sendiri merupakan produsen minyak terbesar ketiga dunia setelah AS dan Arab Saudi.