Harga minyak sebelumnya telah menguat setelah terjadi pertukaran serangan langsung pertama sejak Juli.
Kenaikan juga dipicu laporan mengenai dua kapal tanker yang menjadi sasaran serangan saat meninggalkan Selat Hormuz, jalur perairan strategis bagi pasokan minyak dunia yang secara efektif telah ditutup Iran untuk aktivitas pelayaran.
Teheran tetap bersikap menantang dengan memperingatkan akan mencegah ekspor minyak dari kawasan Teluk.
Sikap itu muncul meski Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran secara keras sebagai respons atas serangan terbaru Iran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga memperingatkan bahwa Washington akan segera menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran.