sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Minyak Melonjak 5 Persen, Brent Tembus Level Tertinggi Lima Pekan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
02/09/2026 06:56 WIB
Harga minyak melonjak pada perdagangan Selasa (1/9/2026) dan ditutup di level tertinggi dalam lima pekan.
Harga Minyak Melonjak 5 Persen, Brent Tembus Level Tertinggi Lima Pekan. (Foto: Magnific)
Harga Minyak Melonjak 5 Persen, Brent Tembus Level Tertinggi Lima Pekan. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak melonjak pada perdagangan Selasa (1/9/2026) dan ditutup di level tertinggi dalam lima pekan.

Kenaikan terjadi karena pelaku pasar mengkhawatirkan gangguan pasokan yang lebih besar dari Timur Tengah menyusul kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kontrak minyak Brent melesat 4,6 persen menjadi USD94,65 per barel.

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melambung 5,2 persen dan ditutup di USD90,22 per barel.

Harga penutupan tersebut menjadi yang tertinggi bagi Brent sejak 24 Juli dan bagi WTI sejak 23 Juli.

Melansir dari Reuters, AS melancarkan serangan udara baru terhadap sejumlah target di Iran, memupus harapan bahwa aksi saling serang pada akhir pekan lalu tidak akan berkembang menjadi eskalasi konflik yang lebih luas.

Harga minyak sebelumnya telah menguat setelah terjadi pertukaran serangan langsung pertama sejak Juli.

Kenaikan juga dipicu laporan mengenai dua kapal tanker yang menjadi sasaran serangan saat meninggalkan Selat Hormuz, jalur perairan strategis bagi pasokan minyak dunia yang secara efektif telah ditutup Iran untuk aktivitas pelayaran.

Teheran tetap bersikap menantang dengan memperingatkan akan mencegah ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Sikap itu muncul meski Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran secara keras sebagai respons atas serangan terbaru Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga memperingatkan bahwa Washington akan segera menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran.

“Pada pukul 12 siang waktu ET hari ini atau 16.00 GMT, pasukan AS mulai menyerang target Korps Garda Revolusi Islam Iran di Iran,” tulis Komando Pusat AS atau CENTCOM melalui platform X.

“Serangan tersebut dilakukan menyusul upaya serangan terbaru oleh IRGC terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dan terhadap personel militer Amerika yang ditempatkan di kawasan,” imbuh pernyataan tersebut.

Analis Saxo Bank, Ole Hansen, mengatakan eskalasi konflik terbaru meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan berkepanjangan pada aliran energi melalui Selat Hormuz.

Pasar minyak kini juga menantikan laporan mingguan persediaan minyak dari American Petroleum Institute (API) pada Selasa dan Energy Information Administration (EIA) AS pada Rabu.

Para analis memperkirakan perusahaan energi menarik sekitar 0,8 juta barel minyak mentah dari persediaan selama pekan yang berakhir pada 28 Agustus. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement