Analis tidak melihat dampak besar dalam jangka pendek.
“Dalam waktu dekat, produsen Timur Tengah diperkirakan tetap memasok minyak semaksimal mungkin ke pasar,” ujar Kepala Komoditas Investec, Callum Macpherson.
Meski begitu, keluarnya UEA dinilai sebagai retakan paling signifikan dalam sejarah OPEC dan meningkatkan risiko kelebihan pasokan yang bisa menekan harga minyak mulai 2027, menurut Wood Mackenzie.
“Kepergian UEA dari OPEC berdampak minimal terhadap fundamental pasar pada 2026, bahkan jika Selat Hormuz kembali dibuka,” kata Kepala Analis Wood Mackenzie, Simon Flowers.
Ia menambahkan, “Namun setelah tahun ini, absennya UEA akan memperbesar tantangan OPEC dalam menjaga keseimbangan pasar dan meningkatkan risiko kelebihan pasokan yang dapat melemahkan harga.” (Aldo Fernando)