Seorang pejabat Gedung Putih menyebut, seperti dikutip Reuters, Presiden AS Donald Trump telah meminta perusahaan minyak AS mencari cara untuk meredam dampak potensi blokade pelabuhan Iran oleh AS yang bisa berlangsung berbulan-bulan.
Hal ini memperkuat kekhawatiran bahwa gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah dapat berlangsung lebih lama.
Menurut perhitungan Reuters hingga pertengahan April, lebih dari USD50 miliar pasokan minyak mentah telah hilang sejak dimulainya perang Iran.
“Jika Trump siap memperpanjang blokade, gangguan pasokan akan semakin parah dan terus mendorong harga minyak lebih tinggi,” ujar analis Haitong Futures, Yang An.
Tanda-tanda pengetatan pasokan mulai terlihat. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan stok minyak mentah AS turun lebih dari 6 juta barel pekan lalu, jauh di atas perkiraan analis yang hanya sekitar 200.000 barel.