“Selat Hormuz masih menjadi masalah, tetapi bukan lagi satu-satunya cerita. Jalur pipa, kapal pengangkut, minyak serpih AS, Venezuela yang mulai pulih meski masih menghadapi hambatan, serta Uni Emirat Arab yang tidak mengalami kendala, semuanya menambah pasokan minyak,” kata analis senior Price Futures Group, Phil Flynn.
Harga minyak juga mendapat dukungan dari kekhawatiran atas berlanjutnya pembatasan pasokan oleh sejumlah produsen minyak utama, termasuk Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.
Kesepakatan damai sebelumnya antara AS dan Iran berakhir pada pekan ini tanpa adanya upaya dari kedua pihak untuk kembali membuka perundingan.
Sementara itu, penawaran minyak mentah Iran kepada pembeli di China menurun dan harga minyak meningkat pada pekan ini. Kondisi tersebut terjadi ketika blokade AS memangkas pengiriman minyak Iran, sementara ancaman sanksi tambahan dari Washington masih membayangi pasar.
Gangguan di Selat Hormuz juga terus menjadi perhatian. Data pelacak kapal Kpler menunjukkan hanya tujuh kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada Kamis (20/8), atau sekitar setengah dari jumlah kapal pada hari sebelumnya.