Qatar, produsen gas alam cair (LNG) terbesar di Teluk, pada Rabu menyatakan force majeure atas ekspor gasnya.
Sejumlah sumber menyebut normalisasi volume produksi setidaknya membutuhkan waktu satu bulan.
Serangan terhadap kapal tanker minyak juga berlanjut pada Kamis di kawasan Teluk. Kapal tanker minyak mentah berbendera Bahama, Sonangol Namibe, melaporkan lambung kapalnya rusak setelah ledakan di dekat pelabuhan Khor al Zubair di Irak.
“Serangan tersebut, bersama langkah China mengurangi ekspor bahan bakar, turut mendorong harga minyak lebih tinggi,” kata analis UBS Giovanni Staunovo.
Ia menambahkan pasar produk olahan juga mulai menunjukkan tekanan akibat berkurangnya ekspor dari Timur Tengah.